Bunda Eva Beri Bantuan Korban Terdampak Banjir di Bandar Lampung

0
12
Oplus_131072

Bandar Lampung – Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana meninjau langsung lokasi banjir dan memberikan bantuan terhadap korban yang terdampak.

Untuk diketahui, Volume hujan yang tinggi pada Jumat (6/3) siang hingga sore hari, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Bandar Lampung.

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengungkapkan bantuan ini diberikan  kepada korban terdampak bencana banjir berupa beras 10 kilogram dan uang tunai Rp1 juta.

“Beras dan uang tunai kita berikan malam ini untuk warga yang terdampak,” jelasnya.

Bunda Eva malam ini bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada warga serta penanganan terhadap rumah yang terdampak banjir.

Bahkan, Dari Pantauan Instagram @eva_dwiana, terlihat Bunda Eva dari Jumat (6/3)  hingga Sabtu dini hari (7/3) selain meninjau lokasi banjir dan menyempatkan berkunjung kediaman satria (10) bocah kelas 4 SD yang hanyut saat bermain dan meminta keluarga untuk tabah dan bersabar.

Sebagai informasi,  Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Jumat sore, 6 Maret 2026, memicu banjir di sejumlah titik dan memakan korban jiwa. Dua orang dilaporkan hanyut terseret arus sungai yang meluap.

Hingga Jumat malam, satu korban pria dewasa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya—seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun—masih dalam pencarian intensif tim SAR gabungan.

Korban meninggal dunia ditemukan di aliran sungai di Jalan Dr. Harun, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur. Jasad pria yang belum diketahui identitasnya tersebut ditemukan setelah debit air sungai mulai menyusut.

Petugas segera mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit terdekat untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Di lokasi berbeda, duka juga menyelimuti warga di sekitar Terminal Rajabasa, Kecamatan Rajabasa. Seorang bocah berinisial SA (10) dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai yang meluap di dekat terminal tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bandar Lampung, Antoni Irawan, membenarkan peristiwa tragis tersebut.

“Benar, ada dua laporan warga hanyut akibat banjir. Satu korban anak berusia 10 tahun berinisial SA masih dalam proses pencarian di daerah Terminal Rajabasa. Sementara satu korban lainnya sudah ditemukan meninggal dunia di sungai Jalan Dr. Harun,” kata Antoni.

Berdasarkan informasi dari pihak kelurahan, korban SA diduga hanyut saat sedang bermain di pinggir kali sesaat sebelum air bah datang.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai di sekitar lokasi kejadian.

“Tim masih menyusuri lokasi dan titik-titik yang diduga menjadi jalur korban hanyut. Kami juga terus mengumpulkan data dan keterangan dari warga sekitar,” ujar Antoni.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur Kota Tapis Berseri sejak pukul 14.10 hingga 16.17 WIB. Durasi hujan yang cukup lama menyebabkan luapan air merendam pemukiman warga di berbagai kecamatan.

Banjir dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Sukarame, Kecamatan Telukbetung, Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Kedamaian,Kecamatan Kedaton, Kecamatan Tanjung Senang dan Kecamatan Tanjung Karang

Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan menjauhi bantaran sungai saat debit air meningkat

Sungai di Perbatasan Bandar Lampung Meluap, Dampak Intensitas Hujan Tinggi

Hujan  yang turun di Kota Bandar Lampung hampir satu jam setengah membuat sejumlah sungai yang ada di perbatasan meluap sehingga membuat banjir di beberapa titik.

Menyikapi hal ini dari pantauan di lapangan pada Jumat (6/3),  sejumlah sungai besar di perbatasan Bandar Lampung menjadi penyebab utama banjir sehingga perlu penanganan khusus dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.

Air yang meluap dari sungai besar pun mengaliri gorong gorong di Kota Bandar Lampung sehingga menyebabkan air meluap.

Kepala Pelaksana BPBD Bandar Lampung, Idham Basyar menyampaikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung hingga kini tim gabungan masih mencari satu orang korban hanyut saat hujan deras mengguyur pada Jumat malam.

“Tim gabungan masih terusmelakukan penyisiran untuk mencari korban yang hilang. Tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD, Polri, TNI dan elemen masyarakat lainnya,”kata Idham basyar.

Idham Basyar, menyampaikan, dalam peristiwa banjir tersebut terdapat anak kecil yang terbawa arus air di wilayah kecamatan Rajabasa, yang saat ini masih dilakukan pencairan.

“Yang sudah pasti itu ada satu anak terbawa arus air saat hujan deras mengguyur kota ini,”jelas Idham.

Terkait laporan bahwa terdapat korban yang ditemukan meninggal dunia di kedamaian. Ia masih belum mendapat kabar tersebut dan mengecek terlebih dahulu.

“Untuk korban meninggal dunia tanpa identitas itu, nanti kami cek dulu, yang pasti korban (anak) hanyut ada di Rajabasa,”jelas Idham.

Idham  pun menyampaikan bahwa pada hujan lebat yang mengguyur Kota Bandarlampung selama kurang lebih dua jam telah membuat sejumlah wilayah terdampak banjir, seperti Kecamatan Labuhan Ratu, Way Halim, Sukabumi, Sukarame dan Kedamaian.

“Saat ini tim BPBD juga sedang bekerja melakukan pembersihan dan evakuasi warga,” kata dia.

Bahkan, Idham juga menyampaikan, Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kota Bandar Lampung pun bergerak cepat ke sejumlah wilayah terdampak.

Salah satu wilayah terdampak di Kecamatan Kedamaian tak luput dari gerak cepat BPBD.

Sejumlah gorong – gorong yang tersumbat pun di lakukan perbaikan agar air bisa mengalir secara cepat. (Sumber Berita Portal Lampung)