Bocah Korban Pemerkosaan Lampung Timur Minta Keadilan

0
221

LAMPUNG TIMUR (DLO)– Keluarga bocah korban pemerkosaan atas nama M (7) menuntut keadilan hukum. Pasalnya pelaku pemerkosaan hingga saat ini belum tersentuh hukum. Korban yang merupakan warga Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur, Lampung, kini trauma berat.

Sasmilia, bibi korban menceritakan, awalnya pada bulan 1 tahun 2016, karena keluarganya kurang mampu,  keponakannya dititipkan ke keluarga Sur. Kemudian bulan April 2016 diambil kembali oleh keluarganya.

“Lebih kurang 4 bulan M dititipkan di keluarga Suratman,” kata Sasmilia kepada ragamlampung.com Senin, (22/05/2017).

Sasmilia mengatakan, kemudian, M dititipkan kembali ke Pondok Pesantren, Sukadamai kurang lebih 3 bulan. Kemudian sekitar bulan Oktober 2016, keluarganya curiga karena kemaluan korban berubah bentuk sudah seperti orang dewasa.

Awalnya, keluarga masih mendiamkan peristiwa ini. Namun lama kelamaan akhirnya keluarga melaporkan dugaan pemerkosaan ini sekitar bulan Februari tahun 2017 ke Polres Metro. Karena kejadiannya di wilayah Metro Kibang, akhirnya disarankan ke Polsek Metro Kibang. Usai melapor, akhirnya Sur dan putranya, Cah yang diduga kuat sebagai pelaku diamankan di Polsek Lambu Kibang.

“Kita juga melakukan visum didampingi anggota. Hasil visum dari  dr Anto Metro, RS Metro Ahmad Yani,  RS Mardi Waluyo menyatakan negatif pemerkosaan. Kedua pelaku Sur dan Cah akhirnya dibebaskan,” katanya.

Karena tak puas, keluarga terus melakukan visum untuk mencari keadilan karena meyakini jika M merupakan korban pemerkosaan.

“Keluargapun akhirnya membawa M ke RS Abdul Moeloek Bandar Lampung dan hasilnya positif. Karena itu kami akan membawa masalah ini hingga ke Komnas HAM menuntut keadilan karena pelaku hingga saat ini masih dibiarkan bebas oleh aparat hukum,” terangnya.

Sementara, Ketua LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Kabupaten Lampung Timur Roli Maizal SH., siap mengawal dan mendampingi korban dan keluarganya mencari keadilan.

“Pada prinsifnya LPA siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Kita sudah koordinasikan masalah ini kepada ketua Provinsi dan pusat,” tegas Roli. (RLS).