Bersama Utuh SH, Kawal Kasus Persekusi Oknum Polisi

0
53

Pati, (Duta Lampung Online) – Setelah menunggu sekian lama, DK Warga Karangkonang kembali mendapat angin segar, bersama dengan pengacara kondang Utuh Nugroho Triantoro, S.H., M.H akan melayangkan surat Sommasi ke Div. Propam Mabes Polri untuk memsommasi Polres Pati, mendesak untuk mengungkap kejadian persekusi, perampasan dan aksi kekerasan yang dilakukan Bripka Bambang Permadi yang terjadi tahun 2011 silam, mulai dari awal (7/6/2022).

Misteri hilangnya IW (37) dan Hl (9 TH), akibat aksi penculikan yang dilakukan oknum polisi ini prosesnya sangat panjang. Sebab selain Polres Pati mengingkari adanya laporan, mengingat tidak ada bukti dan saksi kuat sehingga selama 12 Tahun kasus mengambang. Hal ini sangat disayangkan karena terkesan Polres Pati Diskriminatif dalam menangani kasus ini .

Kasus persekusi dilakukan oknum anggota Polisi yang sebelumnya merupakan kasus cinta segitiga dan perselingkuhannya dengan oknum guru SD Tambakromo sudah mengerucut, tinggal tangkap dan proses kedua pelaku. Sebelumnya sudah berkali kali di laporkan Propam Polres Pati dan Propam Polda Jateng. Namun, tanggapannya minir berbalik 180 derajat jauh dari harapan. Bahkan menyerang balik pelapor, dimana ada indikasi kriminalisasi, dimana pelapor di arahkan menjadi tersangka.

Sebuah penegakan hukum di negeri ini yang pincang dan klise, dimana penyidik dianggap tidak netral. Karena yang terlibat adalah anggota polisi.

Dalam hal ini Korban menggandeng Lembaga Bantuan Hukum, Utuh, S.H and Friend untuk dapat mengawal kasus ini sampai tuntas dan rencana akan melimpahkan langsung ke Mabes Polri, jika kasus ini tidak diselesaikan dan diproses hukum.

Bripka Bambang Permadi yang menurut keterangan banyak sumber, sering melakukan modus serupa dengan merayu istri sah orang untuk dijadikan istri lalu mengajak membuat drama penculikan dengan perempuan tersebut agar suaminya dapat dimintai dan diperas sejumlah uang untuk membebaskan anak dan istrinya.

Menurut keterangan korban, DK warga Desa Karangkonang yang dirugikan atas kejadian ini pihaknya meminta Mabes Polri mengambil alih kasus ini untuk dapat diselesaikan secara hukum demi penegakan hukum di Indonesia. (Sholihin)