Bersama BPDAS-WSS, PT. ASDP Cabang Utama Bakauheni Bakal Buat Taman Buah Edukasi

0
10

Lampung Selatan, (Duta Lampung Online) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni, Lampung Selatan, akan membuat Taman Buah Edukasi (TBE) bersama dengan Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS-WSS) Lampung Selatan, Lampung, disekitaran Pelabuhan Bakauheni.

General Manager PT. ASDP Cabang Utama Bakauheni Lampung Selatan Suharto mengatakan, pihaknya akan menanam bibit buah disekitaran pelabuhan Bakauheni, untuk membuat edukasi para penguna jasa, bahwa buah-buahan sangat bermanfaat bagi tubuh kita.

“Disini kami akan menanam bibit buah, ada bibit buah alpukat, klengkeng dan buah mangga. Selain buah-buahan, kami juga akan menanam bunga untuk mempercantik pelabuhan Bakauheni,” katanya, Jumat (20/5) di lokasi penanaman bibit buah.

Suharto juga menambahkan, bahwa tanaman buah berasal dari Persemaian Permanen BPDAS-WSS Lampung Selatan, secara gratis, tanpa dipungut biaya.

“Terimakasih, atas bantuan bibit buah-buahan yang dikirim oleh Persemaian Permanen BPDASWSS Lampung Selatan, Lampung.” Tambahnya.

Sementara, Manajer Persemaian Permanen BPDASWSS Lampung Selatan Slamet mengatakan, BPDASWSS siap mensupport kepada ASDP Bakauheni, untuk melakukan penghijauan disekitar area pelabuhan bakauheni.

“Kami sangat mengapresiasi kepada pihak ASDP, untuk melakukan penghijauan dengan menanam berbagai macam buah-buahan. Untuk tahun ini, kami akan menyediakan bibit buah untuk ASDP sekitar 3000 batang, dan bunga sekitar 2000 batang, dimana yang 1000 batang bunga akan dikirim ke pelabuhan ASDP Merak, Banten.

Dan kami menghimbau kepada masyarakat luas, yang ingin menanam bibit kayu maupun bibit buah-buahan, silahkan datang di persemaian permanen di Karangsari, Kecamatan Ketapang, semua jenis bibit di tempat kami gratis, dan jangan sampai bibit yang sudah diambil dipersemaian kami, lalu dijual, itu tidak boleh.

Syaratnya hanya bawa foto copy KTP, dan membawa surat permohonan dari desa, kalau itu perseorangan,” tutupnya. (Wan)