BBPOM Musnahkan 1.827 Jenis Makanan dan Obat

0
130
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Lampung memusnahkan sebanyak 1.827 jenis obat dan makanan ilegal dengan 28.234 kemasan di Balai Besar POM Bandar Lampung, Senin (19/12) . Foto Istimewa.

Bandarlampung (Duta Lampung Lampung) – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Lampung memusnahkan sebanyak 1.827 jenis obat dan makanan ilegal dengan 28.234 kemasan.

Kepala Balai Besar POM Provinsi Lampung Setia Murni di Bandarlampung, Senin (19/12/2016), mengatakan bahwa jumlah itu terdiri atas 844 jenis kosmetik tanpa izin edar dengan 3.984 kemasan dan sebanyak 565 jenis obat tradisional tanpa izin edar atau mengandung bahan yang dilarang dengan 19.729 kemasan.

Berikutnya, sebanyak 265 jenis obat keras tanpa hak dan kewenangan dengan 1.730 kemasan, 116 jenis obat tanpa izin edar dengan 857 kemasan, dan 37 jenis pangan tanpa izin edar atau kadaluarsa dengan 1.970 kemasan.

“Produk yang dimusnahkan ini merupakan hasil pengawasan rutin pada tahun 2015 dan 2016 yang merupakan bukti tanggung jawab Badan POM untuk memastikan bahwa produk tersebut tidak lagi beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.

Menurut dia, jumlah keseluruhan yang dimusnahkan itu dari nilai rupiah sebesar Rp383.750.900,00.

Setia Murni menjelaskan bahwa kejahatan pelanggaran di bidang obat dan makanan merupakan kejahatan kemanusiaan karena berisiko membahayakan kesehatan.

“BPOM mengimbau masyarakat agar tetap waspada sebelum membeli dan mengonsumsi obat dan makanan dengan cara selalu mengingat dan memastikan kemasan dalam kondisi baik, memiliki izin edar, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa,” ujarnya.

Sebelumnya, dilakukan penandatangan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI terkait dengan pengawasan obat dan makanan terpadu di daerah setempat.

Penandatanganan kerja sama itu dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono dengan Deputi III Badan POM RI Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Suratmono di Balai Besar BPOM Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan itu, Sutono mengatakan bahwa Badan POM memiliki tugas melindungi masyarakat untuk mengawasi makanan dan minuman yang beredar di tengah masyarakat yang meliputi ilegal, kedaluwarsa, dan mengandung bahan berbahaya.

Hadir pada acara itu Deputi III Badan POM RI Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Suratmono, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, para perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Lampung, Polda Lampung, dan Badan Narkotika Nasional Lampung. (Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here