Baru Dilakukan Uji Coba Bendungan Waymanak Ambrol

0
0

Pringsewu (Duta Lampung Online) Pembangunan bendungan irigasi Waymanak 2, milik Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kabupaten Pringsewu, yang ada di Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, kabupaten setempat, melalui dana APBD tahun 2014 sejumlah Rp1 miliar lebih diduga kuat bermasalah.

Pasalnya bangunan yang belum sempat diresmikan masih akan di serah terima oleh pihak pemborong pada Dinas PU kabupaten setempat, sudah jebol alias ambrol tergerus air sungai.

Nampak dalam gambar pihak Kacabjari yang sedang memantau bendungan Waymanak yang jebol.
Nampak dalam gambar pihak Kacabjari yang sedang memantau bendungan Waymanak yang jebol.

Diduga kuat bangunan bendungan tersebut dikerjakan oleh pihak pemborong asal-asalan dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB). Selain itu ambrolnya bendungan Waymanak 2 diduga kuat lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak dinas PU dan Konsultan pengawas.

Meski kejadian tersebut diketahui oleh pihak berwajib, yang langsung turun kelapangan untuk memantau kejadian tersebut, namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut secara hukum. Diduga kuat kasus yang telah merugikan keungan negara yang notabene nya uang rakyat telah dipetieskan.

Foto bendungan waymanak 2 jebol.
Foto bendungan waymanak 2 jebol.

Terpisah salah satu warga Pekon Sukorejo, kecamatan Pardasuka, mengaku pernah didatangi oleh dinas PU dan Kepala Pekon untuk minta tanda tangan surat pernyataan berita acara terkait proyek bendungan ambrol aeolah-olah terjadi bencana alam, namun narasumber menolak.

“Saya pernah didatangi oleh pihak PU dan Kepala Pekon kami untuk dimintai tanda tangan bahwa kejadian ambrolnya bendungan Waymanak 2 diduga akan direkayasa karena tertimpa bencana alam namun saya tolak. Sebab waktu uji coba penutupan pintu irigasi bendungan tersebut air sungai biasa saja tidak ada kejadian yang luar biasa,”ungkapnya.

Tapi anehnya, masih kata narasumber, menjelang beberapa hari kemudian pihak dinas PU sudah mendapatkan tanda tangan dari pihak pekon. “Diduga kuat Dinas PU dan Kepala Pekon telah melakukan persekongkolan untuk merekayasa berita acara yang seolah-olah kejadian tersebut terkena bencana alam,”beber narasumber.

Nampak dari kejauhan Kacabjari Pringsewu memantau bendungan Waymanak yang baru di uji coba sudah ambrol/jebol.
Nampak dari kejauhan Kacabjari Pringsewu memantau bendungan Waymanak yang baru di uji coba sudah ambrol/jebol.

Narasumber juga menceritakan, waktu kejadian dirinya melihat langsung ambrolnya bendungan tersebut,  saat pihak Dinas PU dan Pemborong akan melakukan uji coba bangunan/PHO dengan cara menutup pintu air bendungan yang akan di alirkan kelokasi persawahan milik warga.

“Namun saat pintu air di turunkan, tiba-tiba dibawah pondasi bangunan tergerus dan jebol, sampai ahirnya karena arus sungai pintu air dan pondasi roboh. Diduga robohnya pintu air dan hancurnya pondasi bendungan tersebut karen pekerjaan yang tidak sesuai dengan aturan,”jelasnya.

Terpisah, Kabid Cipta karya dan Binamarga, Dinas PU kabupaten setempat, saat akan dikonfirmasi terkait masalah tersebut meminta kepada kru Duta Lampung Online agar kasus ini tidak diberitakan.(Tim).