Anggota DPRD Lampung Barat Jual Mobil Demi Bisa Membantu Warga

0
2

Lampung Barat – Sungguh terpuji perbuatan anggota DPRD Lampung Barat yang rela menjual mobil pribadi miliknya demi bisa bantu warga.

Bantuan ke warga dari uang penjualan aset pribadi anggota DPRD Lampung Barat itu berupa saluran jaringan air bersih.

Berkat bantuan anggota DPRD Lampung Barat ini warga Pemangku Banjar Rejo, Pekon Bandar Agung, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) Lampung Barat dapat menikmati air bersih.

Kurang lebih sebanyak 250 KK tinggal di wilayah Pemangku Banjar Rejo.

Sebelum mendapat bantuan itu, masyarakat Pemangku Banjar Rejo sering mengeluhkan kondisi air yang bersumber dari sumur tak layak konsumsi.

Sebab air yang bersumber dari sumur itu berwarna kuning dan seperti terdapat kandungan minyak.

Kini mereka merasakan air bersih yang disalurkan dari mata air.

Seorang anggota DPRD Lampung Barat yang rela jual aset pribadi demi kepentingan warganya itu bernama Sugeng Hari Kinaryo Adi.

Anggota DPRD yang berasal dari fraksi PDI Perjuangan itu rela menjual mobil pribadinya untuk membangun jaringan air bersih untuk masyarakat Lampung Barat.

Pembangunan jaringan air bersih itu dilakukannya untuk masyarakat Pemangku Banjar Rejo, Pekon Bandar Agung, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat.

Sugeng mengatakan, selama ini warga Pemangku Bandar Rejo itu belum pernah sama sekali merasakan air bersih.

“Jadi dengan dibangun dan dibuka jaringan air ini menjadi momen pertama kalinya warga Pemangku Banjar Rejo bisa merasakan air bersih,” ujar dia, Kamis (24/8/2023).

“Karena memang sebelumnya penyediaan air bersih untuk masyarakat Pemangku Banjar Rejo ini terbilang minim,” sambungnya.

Dirinya menjelaskan, hasil penjualan aset pribadinya itu langsung dikhususkan untuk membeli pipa air.

Nantinya pipa air itu akan digunakan untuk menghubungkan air dari sumber mata air terdekat ke Pemangku Banjar Rejo.

“Jadi kalau dihitung-hitung jarak tempuh untuk bisa mencapai ke mata air itu sekitar empat ribu meter,” jelas Sugeng.

“Sehingga memang dibutuhkan pipa air yang lumayan banyak agar air bersih bisa sampai ke wilayah itu,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, pada proses pemasangan pipa pihaknya tidak terlalu banyak mengalami masalah.

Hanya saja medan yang dilalui untuk menghubungkan pipa dari sumber mata air ke pemangku setempat cukup ekstrem dan curam.

Sugeng menceritakan, sebelum merasakan air bersih, masyarakat selalu mengandalkan air yang bersumber dari sumur.

Kondisi air yang berasal dari sumur itu juga terbilang tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Karena kondisi air sumur tersebut berwarna kuning dan ada seperti kandungan minyak-minyaknya,” kata dia.

“Kalau mau dikonsumsi masyarakat harus melakukan proses saring terlebih dahulu agar bisa menjadi sedikit layak dikonsumsi,” lanjutnya.

Sugeng mengungkapkan, pembangunan jaringan air bersih untuk masyarakat Pemangku Banjar Rejo tersebut memang keinginannya sejak dulu.

“Ini PR saya selama ini, namun alhamdulillah sekarang sudah bisa terealisasi dan masyarakat bisa merasakan air bersih,” ungkapnya.

Kemudian, Sugeng menyebut, saat ini setidaknya masyarakat yang berada di Pemangku Banjar Rejo itu sebanyak 250 KK.

Dirinya berharap agar pembangunan jaringan air ini bisa membantu seluruh masyarakat tersebut untuk mendapatkan air bersih