Anggaran DD Pekon Pamenang Diduga Tidak Terealisasi

0
4

PRINGSEWU (Duta Lampung Online) – Disinyalir fiktif, Pengunaan Angaran Perubahan Belanja Pekon (APBDesa Perubahan) Tahun 2019, Pekon Pemenang Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu.

Pasalnya, dari beberapa item kegiatan pada tahun tersebut diduga tidak di laksanakan, walaupun dalam laporan SPJ tertera dalam sistem siskuides.

Parahnya lagi, dari beberapa item kegiatan diduga dicairkan kendati kegiatan tidak dilaksanakan.

Perlu diketahui, dari data siskudes anggaran dana desa pekon pemenang tahun 2019 berjumlah ,Rp 1.087.332.000 ,dari beberapa aitem kegiatan, diduga tidak dilaksanakan (fiktif).

Untuk anggaran dana pemeliharaan embung di dusun satu Rp 20,550,009 juta. Anggaran kapasitas tanaman pangan untuk (alat pruduksi/pengelolaan /penggilingan) Rp54.706.000. Pemeliharaan sanitasi pemukiman Rp10.juta dan dan juga pemeliharaan Pasar Desa 5juta.

Untuk ke empat kegiatan tersebut di Pekon Pamenang patut diduga beraromakan korupsi /tidak dilaksanakan (fiktif).

Kepala Pekon Pamenang, Aminudin saat di konfirmasi awak media ini, mengatakan untuk anggaran dana pemeliharaan embung sekitar Rp 20,550,000 juta itu, memang kami anggarkan ditahun 2019. karena embung tersebut ternyata bukan milik pekon, maka kelit amin , dana tersebut dialihkan untuk Sidimen (pengangkatan tanah lumpur di jaringan irigasi) di wilayah embung.

“Memang benar anggaran dana tersebut kami cairkan setelah kami tahu embung itu bukan milik pekon, kami alihkan ke disedimen untuk panjangnya kami lupa,” kilah dia saat di konfirmasi di Balai Pekon, Rabu (13/01/2020).

Selain itu, saat media ini mempertanyakan ada beberapa item kegiatan di tahun 2019 ,seperti anggaran peningkatan kapasitas tanaman pagan,pemeliharaan sanitasi pemukiman , pemeliharaan pasar desa ,terkait realisasi anggaran tersebut, Aminudin ,mengaku bahwa ,kegiatan ditahun tersebut tidak ada ,alias tidak di realisasikan.

“Setahu saya, tidak ada anggaran dari beberapa item kegiatan tersebut,” tegasnya.

Sekretaris Pekon Pamenang, Mu’tadin, saat media ini meminta menunjukan titik lokasi kegiatan disemen (pengakatan lumpur jaringan irigasi di dusun satu , dari peralihan anggaran pemeliharaan embung, terkesan tidak merespon.

“Ini mas kegiatan pengangkatan sidimen pada tahun 2019,” sembari menunjukan kejaringan irigasi.

Sementara, Suratman, Samirin warga setempat saat di jumpai dilokasi menerangkan bahwa ada kegiatan pengangkatan lumpur di jaringan irigasi ini, tapi digotong-royangkan.

“Seingat saya memang ada tapi gotong royong masyarakat setempat, Bukan dari dana desa,” kata dia.

Senada dikatakan Dakinah, warga setempat yang rumahnya bersampingan dengan irigasi tersebut, “kalau jalan memang di gotong-royong tapi kalau pengangkatan lumpur setau saya enggak ada,” jelas Dakinah. (Bambang)