Akhir Agustus 2018, Pemprov Lampung Serahkan Draf APBD Perubahan 2018

0
56
dikarenakan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.

Bandar Lampung (Duta Lampung Online) – Draft APBD Perubahan 2018 sampai saat ini belum diserahkan ke DPRD Lampung untuk dilakukan pembahasan. Hal tersebut dikarenakan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo sempat menjalani cuti kampanye selama empat bulan.

Ridho mengatakan, saat ini draft APBD Perubahan 2018 sedang dalam proses pembahasan di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Lampung. Dalam waktu dekat, terus Ridho, draft APBD Perubahan 2018 akan diserahkan ke legislatif untuk segera dilakukan pembahasan bersama.

“Sekarang masih proses. Kemarin sempat terlambat karena saya juga kan cuti. Jadi memang sedikit molor. Tetapi tidak masalah. Dalam waktu dekat ini mudah-mudahan selesai dan bisa segera dibahas bersama DPRD Lampung,” kata Ridho.

Sementara itu, Penjabat Sekprov Lampung Hamartoni Ahadis membenarkan, jika draft APBD Perubahan 2018 masih dalam proses pembahasan. Hamartoni juga mengisyaratkan, akan menyelesaikan draft APBD Perubahan tersebut pada akhir bulan Agustus.

“Insya Allah (selesai akhir bulan). Mudah-mudahan juga akan berbarengan dengan draft (KUA-PPAS) APBD murni (2019),” singkat Hamartoni.

Ketua Badan Anggaran (Banang) DPRD Lampung Dedi Afrizal mendorong, pihak eksekutif agar segera menyelesaikan dokumen KUA-PPAS APBD Perubahan 2018. “Sampai saat ini belum (juga) disampaikan ke kami. Tapi kami sudah komunikasikan,” ujar Dedi.

Banang, terus Dedi, menargetkan agar TAPD menyelesaikan draft KUA-PPAS Perubahan pada akhir Agustus. “Kami minta akhir bulan (Agustus) KUA-PPAS selesai dan diserahkan ke Banang,” kata dia.

APBD Perubahan 2018, tambah Dedi, diperkirakan akan ada efisiensi anggaran sebesar 15 persen di masing-masing SKPD.

Dedi menjelaskan, perkiraan tersebut karena melihat adanya perbedaan asumsi atau penurunan pendapatan, salah satunya dari cukai rokok.

“Maka kami akan melihat di perubahan ini apakah mampu mendongkrak sisi pendapatan sehingga bisa mengoptimalkan pembiayaan pada 2019. Diperkirakan akan ada rasionalisasi anggaran di perubahan sekitar 15 persen,” ucap Dedi.(trs)