Tuai Kritikan, Dugaan Korupsi Pekerjaan Jalan Telford Negara Bumi Semakin Kuat

0
3

Lampungtengah (Duta Lampung Online)-Berita dugaan pennyimpangan pekerjaan Jalan Telford, Kampung Negara Bumi Udik, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah ( Lamteng), dengan sejumlah anggaran Rp467 lebih, yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2017, menuai kritikan dari sejumlah kalangan.

Pasalnya sejumlah masyarakat kampung setempat juga, menilai jika pekerjaan tersebut diduga dikerjakan asal-asala. Mereka menduga pihak oknum aparat kampung setempat terlalu mencari keuntungan terlalu tinggi untuk memperkaya diri.

Kritikan tersebut salah satunya datang dari masyarakat kampung setempat, Deni Helizar pada Kamis (7/3/2019). Deni Helizar mengatakan saat ini pasangan batu sudah pada berantakan, bahkan untuk mainan anak-anak main lempar-lemparan.

“itu bukan jalan om, itu batu depan rumah saya yang di lemparin anak-anak di pekarangan. Batunya jarang semua om, mangkanya batu dimainin anak-anak.Cari untung nya terlalu besar,”ungkap Deni Helizar.

Terpisah kritikan juga disampaikan oleh salah satu anggota lembaga masyarakat (LSM) Masim Lukman Hakim, dia  mengatakan jika melihat foto dalam berita pekerjaan tersebut diduga kuat mennyalahi aturan.
Kalau melihat gambar yang di posting dapat diduga menyalahi ataran, masyarakat harus bersatu menindak lanjuti bahkan bila perlu melaporkan dugaan tersebut kepaada pihak yang berwenang untuk menangani nya. Midia dan LSM Lanjut perjuangan,”kata Lukman.

Dikonfirmasi secara terpisah pula, Menanggapi pemberitaan sebelum di media online penaberlian.com, Camat Anak Tuha, kabupaten setempat mengatakan meski baru menjabat pihaknya tidak membenarkan jika Dana Desa dan Alokasi Dana Desa dikerjakan tidak sesuai aturan.

“Pengguaan Dana Desa (DD) itu harus sesuai dengan aturan dan jangan diselewengkan, jalankan sesuai amanat rakyat.  Bila ada penyelewengan dari DD tersebut, silahkan dari kawan-kawan media klarifikasi dan ini merupakan hak kita untuk membina dan mengawasi atas dana tersebut,”jelas Agoeng, melalui pesan WhatsApp pada Jumat ( 8/3/2019).

Berita Sebelumnya :

Seperti kita ketahui pada pemberitaan sebelumnya, Pekerjaan Jalan Telford, Kampung Negara Bumi Udik, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah ( Lamteng), dengan sejumlah anggaran Rp467 lebih, yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2017, Diduga kuat tidak sesuai Aturan.

Terpisah, seperti kita ketahui, berdasarkan data yang diperoleh redaksi, pekerjaan Telford Kampung Negara Bumi Udik, Kecamatan Anak Tuha, yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2017, memiliki volume lebar tiga meter dan panjang sekitar, 2.320 meter, dengan menghabiskan anggaran sejumlah Rp467,069,400.

Namun berdasarkan hasil Investigasi wartawan Pena Berlian Online, Pihak pelaksana pembangunan tambal sulam onderlagh sebagai bahan dasar pekerjaaan badan jalan, dan seharusnya sebelum penghamparan batu onderlagh (Telford) maka badan jalan harus diadakan kerjaan penyemprotan rumput dan kerjaan pemadatan tanah dasar badan jalan dengan mesin Wales atau vibro, namun justru pihak pelaksana pembangunan kampung langsung menghampar batu. Sehingga bisa dilihat jelas tidak ada pekerjaan persiapan badan jalan dengan aitem penyemprotan rumput atau pembersihan dan pemadatan tanah badan jalan.

Selian itu, berdasarkan pantauan pula, batu onderlagh yang dihampar yang ada sudah benar akan tetapi sayangnya tidak tersusun padat dan batu pengunci 3-5 cm tidak ada, seharusnya setelah tanah badan jalan padat maka batu onderlagh disusun padat dan dihampar batu pengunci 3-5cm lalu digiling dengan Wales atau vibro baru ditutupi dengan lapis tutup pasir atau screening (abu batu).

Hal ini juga sudah dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat setempat. Pasalnya menurut mereka pekerjaan Jalan Telford Negara Bumi Udik Tahun 2017, diduga tidak sesuai aturan alias amburadul.

“Selama ini kami sangat mennyayangkan pembangunan yang ada di kampung kami. Pasalnya setiap pembangunan yang ada selalu terkesan asal jadi,”uajr salah satu warga yang enggan ditulis namnya pada, Kamis (7/32019).

Kasus ini akan terus diungkap lebih mendalam pada edisi mendatang. Kru media ini juga akan minta tanggapan kepada pihak pelaksana pembangunan serta kepala kampung setempat. Redaksi Pena Berlian Online juga akan mengungkap sejumlah anggaran Kampung Negara Bumi, yang diduga di mark-Up

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY