Kembangkan Kopi Robusta, Wabup Edward: Lakukan Konsep Petik Merah Agar Lebih Berkualitas

0
5

WAY KANAN (Duta Lampung Online) – Tim Percepatan Pengembangan kopi robusta kabupaten Way Kanan diminta untuk dapat bergerak cepat dan tepat sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya agar tercapai hasil pengembangan kopi robusta yang berkualitas baik sesuai dengan harapan.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Way Kanan, Edward Antony dalam rapat koordinasi Pengembangan Kopi Robusta Putri Malu Kabupaten Way Kanan di Aula Bappeda Kabupaten setempat, Rabu (20/02/19).

Wabup Edward juga meminta kepada tim untuk lebih konsisten pada konsep yang telah ditentukan yaitu kopi petik merah agar hasil produksi kopi kualitasnya sesuai dengan target.

“Segera lakukan pembinaan terhadap para petani kopi bagaimana konsep petik merah yang telah ditentukan sebagai standar kualitas,” pinta Wabup Edward yang didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Musadi Muharam, dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kussarwono.

Dalam kesempatan itu Edward juga mengatakan bahwa memasuki tiga tahun kepemimpinannya bersama Bupati Raden Adipati Surya itu meminta kepada PT. Way Kanan Makmur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UKM untuk dapat lebih berperan terhadap pengembangan dan produktifitas kopi robusta putri malu dengan memanfaatkan sektornya.

Lulusan Strata Tiga Universitas Padjajaran Bandung itu yang juga meminta agar UMKM di Way Kanan dapat digerakkan dan diberdayakan. Kemudian Edward juga meminta Tim Pengembangan, KPH untuk mensosialisasikan konsep petik merah kepada para petani agar tidak salah dalam pengolahan dan hasil produksi sesuai dengan standar yang ditentukan”, imbuh Wakil Bupati.

Sedangkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Rudi Joko Kurnianto, mengatakan bahwa rencana aksi Tim Percepatan Pengembangan Kopi Robusta Putri Malu telah dilaksanakan namun belum dilakukan evaluasi, selanjutnya terkait pengolahan kopi belum ditentukan kelompok tani mana yang akan dilaukan pembinaan serta diberikan peralatan.
“Selain itu akan dilakukan penetapan kampung kopi untuk kampung yang dianggap benar-benar serius dan fokus dalam pengembangan kopi daerah serta akan dilakukan MoU terkait pembinaan pengembangan kopi, pemetaan Indikasi Masyarakat Geografis (IMG) dengan Pemda,” terang Rudi Joko.

Rudi Joko juga memaparkan paparan dari KPH Punggur masih banyak petani kopi yang melakukan panen produksi tidak sesuai dengan konsep petik merah yang ditentukan, serta cara pengeringan biji kopi yang masih salah dan tidak sesuai prosedur yang ditentukan sehingga dapat membuat cita rasa kopi yang diharapkan tidak sesuai. Untuk itu perlu kerjasama antara KPH Punggur dengan Tim Pengembangan terkait konsep petik merah agar para petani dapat melakukan produksi sesuai dengan konsep dan standart yang ditentukan.

Rakor ini dihadiri oleh Kepala dan Unsur Dinas Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dina Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Bagian Hukum, Bagian Administrasi Perekonomian, KPH Punggur dan Masyarakat Indikasi Geografis.(Alex)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY