Jika Lolos Capim KPK, Jendral Ike Edwin Pastikan Indonesia Bebas Korupsi

0
25

JAKARTA (DUTA LAMPUNG ONLINE ) — Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Ike Edwin mengikuti tes uji kompetensi Seleksi Calon Pimpinan KPK di Pusdiklat Kementerian Sekretaris Negara, Cilandak, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Sebanyak 192 kandidat calon pimpinan (capim) KPK mengikuti uji kompetensi tersebut.

Ike Edwin yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Sekala Brak ini menyampaikan visi-misinya ke depan untuk KPK. Edwin mengatakan tujuannya maju sebagai capim KPK agar tidak ada korupsi di Indonesia. “(Visi-misi) ya harusnya nggak ada korupsi lagi dong, kan itu harapan rakyat seluruh bangsa,” kata Edwin kepada wartawan.

Edwin mengatakan KPK nantinya akan terus menjadi lembaga independen. Untuk itu, KPK harus berdisidi sendiri tanpa intervensi siapa pun. Edwin juga mengatakan, jika terpilih nanti, ia akan bekerja sama dengan setiap institusi negara.

“Nggak ada (intervensi), KPK itu independen. Ya kerja samalah sama komponen bangsa ke depan, kan baik ya, biar negara kita tambah baik dan bagus,” katanya.

Saat ini peserta capim KPK telah selesai mengikuti tahap kedua tes. Seleksi tahap kedua uji kompetensi terdiri dari 2 macam ujian. Dia menambahkan, jika terpilih, ia mengharapkan tidak ada korupsi lagi yang terjadi di Indonesia. Hal itu juga senada dengan tema makalah yang ia tulis dalam uji kompetensi.

“Temanya upaya KPK dalam mencegah korupsi. Pokoknya ke depan kerja sama lah KPK dengan komponen bangsa ke depan, kan baik ya biar negara kita tambah baik dan bagus,” tuturnya.

Selain Edwin, capim lainnya yang juga ikut uji kompetensi seperti Wakabareskrim Irjen Antam Novambar, Anggota Kompolnas Yotje Mende, mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Firly, hingga Komisioner KPK aktif Laode M Syarif.

Seperti diketahui, dari 376 pendaftar capim KPK, pada 11 Juli lalu, pansel mengumumkan ada 192 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Capim yang berprofesi akademisi/dosen sebagai akademisi menjadi yang terbanyak dengan jumlah 40 orang.
Kemudian diikuti advokat/konsultan hukum (39), jaksa/hakim (18), korporasi (17), komisioner atau pegawai KPK (13), anggota Polri (13), auditor (9), dan profesi lain (43).(*/Nur).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY