Dugaan Korupsi DD Kakam Payungmakmur, Zimam Pernah Akui untuk Beli Aset Pribadi

0
6

Lampungtengah ( Duta Lampung Online )- Salah satu tokoh masyarakat, Kampung Payung Makmur, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampungtengah ( Lamteng), Suparno, pernah mendapat cerita dari salah satu orang dekat kepala Kampung setempat, Zimamul Wafa jika membenarkan Dana Desa ( DD) dan Alokasi Dana Desa ( ADD), untuk membeli kendaraan mobil, beli tarup dan aset lainnya.

“Saya pernah mendapat cerita dari orang dekat dia pernah mennyalahkan Kepala Kampung Payung makmur karena dana desa untuk membeli, Motor, tarup dan aset lainnya jadi masyarakat curiga. Lalu zimam menjawab, ya mau gimana karena dituntut keadaan. Tolong narasumber jangan ditulis nanti saya enggak enak sama dia,”ujar Suparno menirukan orang deket Kakam Zimam, pada Minggu ( 28/4/2019) malam.

Suparno juga menceritakan, orang dekat Zimam juga pernah curhat kepada dia, jika dirinya merasa kesulitan untuk mengatasi dugaan pennyimpangan dana desa yang diberikan kepada guru PAUD dan kegiatan keagamaan.

“Saya yang agak rumit ngatasi dana desa  untuk bantuan PAUD dan keagamaan untuk lapanan. Dari kalimat itu kami menduga adanya korupsi dana tersebut semakin jelas,”ungkap Suparno.

Selain itu, Suparno juga mennyampaikan terima kasih kepa Inspektorat Kabupaten Lampungtengah, yang telah merespon pengaduan masyarakat kampung setempat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Inspektorat yang telah turun melakukan menerima pengaduan dan pengecekan langsung ke kampung kami. Jadi kami bisa mennyampaikan keluhan atas karut-marutnya penggunaan anggaran DD dan ADD di Kampung kami,”tegas Suparno.

Suparno juga berharap kepada Bupati Lampungtengah, Loekman dan aparat penegak hukum agar mengusut kasus ini hingga tuntas. Jika terbukti bersalah masih kata dia, agar diberikan sanksi berdasarkan hukum yang berlaku.

“Sekarang ini karena masyarakat sudah bannyak yang tau permasalahan, siap untuk dijadikan saksi atas dugaan korupsi DD dan ADD Kampung Payung Makmur. Kami siap jika diperlukan sebagai saksi. Tolong diusut semua dana desa yang dialokasikan untuk pemuda karang taruna, pembangunan insfrastrukur jalan dan jembatan, serta dana lalinnya, agar kampung kami tidak tertinggal dengan kampung lainnya,”tegas Suparno.

Terpisah, halsenada juga diakui oleh salah satu tokoh agama yang enggan ditulis namanya. Narasumber juga pernah mendapat informasi dari salah seorang karyawan Kakam Payungmamkmur, bagian masang tarup jika mereka mencurigai aset yang dimiliki oleh kepala kampung nya.

“Menurut karyawan pak lurah, zimam memiliki empat unit tarup yang ditaksir menelan biaya sekitar Rp200 juta. Bahkan kabar dari karyawannya tarup tersebut ada dua unit disimpan di Kampung Payung Dadi. Dari mana pak lurah uang sebannyak itu, padahal kita tau pak lurah selama ini keadaan ekonomiannya,”ujar narasumber.

Sumber lian juga masyarakat kampung setempat saat dimintai tanggapan ikut mencurigai jika DD dan ADD kampungnya dijadikan ajang korupsi. Pasalnya masih kata dia, penggunaan dana tersebut tidak transfaran.

“Masa dana sebesar itu setiap tahunnya dikucurkan oleh pemerintah pusat, sampai-sampai Sekretaris Kampung tidak tau anggaran dan kegunaannya saat ditannya oleh pihak Inspektorat. Artinya benar jika penggunaan dana desa itu tidak beres, masa Sekretaris desa yang notabennya ibarat rumah tangga sebagai istri kepala kampung tidak tau tentang dana tersebut,”kata narasumber.

Terpisah pula, Kepala Kampung Payung Makmur, kecamatan setempat, Zimamul Wafa saat  ada kunjungan pihak Inspektorat Kabupaten Lampungtengah, meminta kepada warga yang hadir untuk memusyawarahkan dan meluruskan jika ada permasalahan di kampungnya.

“Tolong jika ada permasalahan di kampung kita dimusyawarakan serta diluruskan. Saya juga minta maaf mengundan masyarakat secara mendadak, karena informasi kedatangan dari Inspektorat juga mendadak,”ujar Zimamul Wafa, pada Jum’at (26/4/2019).

Sementara itu, Kepala Inspektorat Lampungtengah, melalui Irban 2, Yasir saat dikonfirmasi mengatakan, hasil dari pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya akan terus didalami dan dipelajari.

“Kita akan pelajari dulu, semua pihak sudah kami minta keterangan dan pernyataan. Hasil pemeriksaan tersebut secepatnya akan kami laporkan kepada atasan kami,”ujarnya.

BERITA SEBELUMNYA :

Ketua Lembaga Suwadaya Masyarakat ( LSM), LPAB, Kabupaten Lampungtengah ( Lamteng), Sofyan AS ST, menilai oknum Kepala Kampung Payung Makmur, Kecamatan Pubian, kabupaten setempat, Zimamul Wafa, telah mengelabui Inspektorat Lamteng agar dirinya terlepas dari jeratan hukum.
Pasalnya menurut Sofyan saat pihak Inspektorat meminta kepala Kampung Payung Makmur memerintahkan untuk mengumpulkan rakyatnya yang melaporkan adanya dugaan pennyimpangan Dana Desa (DD)dan Alokasi Dana Desa ( ADD) Tahun 2017-2018, justru hampir 90 persen yang dikumpulkan adalah pihak keluarganya serta aparat kampung yang pro dengan dia.
“Pihak kami ikut memantau langsung    pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat  terkait penyimpangan dana ADD dan DD di Kampung Payung Makmur, tapi hampir semua masyarakat yang dikumpulkan oleh Kepala Kampung saudaranya semua.
Sepertinya Inspektorat dijebak oleh Kepala Kampung sebelum Inspektorat sampai Kakam mengumpulka warga yang memang saudaranya justru kebannyakan bukan pihak pelapor,”tegas Sofyan, pada Jum’at ( 26/4/2019).
Dia juga menilai dalam pemerintahan yang ada di Kampung Payung Makmur diduga kuat sarat dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Seperti contohnya, Ketua BPK, Kadis yang merangkap sebagai Kadus adalah saudara iparnya, Ketua Gapoktan (Kakak Kandung), Kaur Pemerintahan,  LPMK, BUMKa, Kaur Pembangunan, jabatan tersebut dijabat oleh adik dan kakak iparnya.
“Hampir 80 persen pemerintahan yang yang ada dikampung tersebut adalah saudara kepala kampung.Sudah  pasti jawaban mereka ikut arahan kepala kampung bukan mengatakan keadaan yang sebenarnya, saat dimintai keterangan oleh pihak Inspektorat,”ungkap Sofyan.
Sementara masih kata Sofyan, dugaan Korupsi ADD dan DD yang dilakukannya semakin diperkuat dengan diundangnya para pelapor secara mendadak jam 12 tengah malam.
“Itupun yang diundang hannya sebagian saja, sehingga seolah-olah pihak pelapor dibuat kesan orang-orang yang tidak suka terhadap dirinya. Sofyan berharap, kepada aparat penegak hukum serta Inpektorat Lampungtengah, agar memproses laporan masyarakat dengan seadil-adilnya dan jangan ada permainan. Jika terbukti Jimamul Wafa melakukan tindakan melawan hukum agar diproses serta dijebloskan kejeruji besi,”Pungkasnya. (Kurniawan/Gendut).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY