Action Plan Jangka Pendek Untuk Mewujudkan DKI Lampung

0
3

Bandar Lampung (Duta Lampung Online)-Panitia Kerja Forum Group Diskusi Daerah Khusus Ibukota(PANJA FGD DKI) Lampung, akan mengadakan Action plan jangka pendek untuk mewujudkan DKI Lampung. Acara tersebut dijadwalkan dilaksanakan di Lamban Gedung Kuning depan Polsek, Sukarame Jl.Jend.Ryacudu, Kota Bandarlampung, Pada Sabtu (4/5/2019), Pukul : 14.00 sampai dengan 16.00 WIB.

Melalui pesan rilis yang dikirim ke Kantor Redaksi Pena Berlian, oleh Panitia PANJA FGD DKI Lampung, Muslimin mengatakan acara tersebut akan dihadiri langsung oleh, Panitia Kerja Forum Group Diskusi Daerah Khusus Ibukota(PANJA FGD DKI) Lampung, Staff Ahli Kapolri, Dr.Drs.Hi, Irjen Pol. Ike Edwin, Ketua Yayasan Alfian Husin, Dr. Andi Desfiandi, SE., MA, Tokoh Adat, agama serta sejumlah organisasi kemasyarakatan ( Ormas) serta awak media cetak dan online.

Muslimin mengatakan,  acara tersebut  dalam rangka menindak lanjuti   dari  FGD yang pernah dibahas di Hotel Emersia dan ITERA pada tahun yang lalu.

Menurut Muslimin, Pada Tanggal 29 April Tahun 2019, Presiden RI Joko Widodo ( Jokowi),  dalam Ratas  Kabinet yang dia pimpinlangsung, telah di putuskan pemindahan ibu kota baru RI sebagai ibu kota pusat pemerintahan dan pelayanan publik RI berada di luar pulau jawa.

“Dalam Ratas  Kabinet  ada tiga pulau pilihan yang menjadi altenatif, Rencana pemerintah memindahkan ibukota dari Jakarta ke sebuah daerah baru, diantaranya yakni, Kalimantan , Sulawesi dan Sumatera,”tegasnya.

Terpisah, Staff Ahli Kapolri, Irjen Pol. Ike Edwin, saat dikonfirmasi melalui via telponnya menjelaskan, Sudah dari beberapa tahun lalu, dirinya telah menawarkan pemikiran menjadikan wilayah Lampung sebagai alternatif lokasi pemindahan ibu kota, saat kali pertama adanya isu pemindahan ibu kota bergulir waktu lalu.

“Minimal Lampung bisa dijadikan potensi wilayah pembangunan zona ekonomi eklusif penunjang ibukota, karena kedekatan letak geografis kedua daerah,”ujar Mantan Kapolda Lampung ini.

Dang Gusti Ike Edwin panggilan akrab Staff Ahli Kapolri, Irjen Pol. Ike Edwin mengatakan,  begitu dekat nya jarak Lampung dengan Jakarta dan Bandara Raden Inten ke Suta 250 km, Ketapang Lamsel – Tanjung Periok 170 km dan Bakaehuni sampai Merak hanya 39 km, lokasi yang sangat setrategis Lampung sebagai alternatif lokasi pemindahan ibu kota.

“Ditunjang Lampung , adalah pintu gerbang pulau Sumatera yang kini sudah berfasiltas jalan tol,  Memiliki dua bandara komersil Raden Inten, Gatot Subroto (Kabupaten Way Kanan) dan beberapa Lapangan Udara (Lanud) yang bisa dijadikan komersil diantaranya Lanud Pangeran M Bunjamin Tulangbawang. Serta menyediakan banyak lahan kosong dan pantai yang bisa dijadikan kawasan industri dan pelabuhan,”terangnya.

Maka masih kata dia, Lampung sangatlah berpotensi sebagai zona ekonomi ekluksif sebagai penunjang ekonomi ibukota yang kini sudah padat dan komplek. Dus bisa juga sebagai alternatif lokasi pemindahan ibu kota.

Dang Gusti Ike Edwin menambahkan, dengan adanya zona ekonomi eklusif di Lampung, Tentunya bakal dapat meningkatkan PAD dan berdampak meningkatkan kesejeteraan masyarakat setempat.( Nur).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY